Super Mummy
S ebuah puisi yang kubuat khusus untuk kubacakan di depan ibu-ibu hebat, terkhusus ibuku. Hari itu, 22 Desember 2016, hari ibu nasional yang sengaja dipilih sebagai Perayaan Hari Natal Ibu-Bapak di gerejaku. Aku seorang anak rantau, yang di tahun itu bisa pulang ke rumah dan merayakan natal dengan keluarga tentu tak mau melewatkan momen berharga, sebab alasan perkuliahan yang tak pernah memberi restu untuk pulang di akhir tahun. Sebelum aku pulang, aku siapkan rangkaian bunga mawar merah palsu untuk ibu. Biasanya aku pulang dengan membawa koper atau tas kecil. Namun, kali itu berbeda. Kukeluarkan koper besar yang sudah kusimpan cukup lama di kamar kosku karena jarang dipakai. Kumasukkan bunga itu tadi ke dalam koper besar itu dan barang-barangku yang lain di dalam tas kecil lain yang terpisah. Ini janggal dan tidak praktis sama sekali, seperti yang biasa kulakukan. Tapi, apapun demi keutuhan bunga itu. Di 22 Desember itu, untuk pertama kalinya dalam hidupku aku memberikan bunga pa...